Unclaimed

Soto Mencos H. Sarnadi

3.6

37 Ulasan

   |   

Rp 35.000 / Orang

Senen

Klaim bisnis ini secara gratis!

Dapatkan akses ke pembaruan bisnis dan lebih banyak layanan.

Klaim bisnis ini
Edit info bisnis
Jam kerja
  • Minggu: 10:00 - 22:00
  • Senin: 10:00 - 22:00
  • Selasa: 10:00 - 22:00
  • Rabu: 10:00 - 22:00
  • Kamis: 10:00 - 22:00
  • Jumat: 10:00 - 22:00
  • Sabtu: 10:00 - 22:00

Bisnis ini belum diklaim oleh pemilik atau perwakilannya.

Klaim bisnis Anda secara gratis untuk update info bisnis. Dapatkan lebih banyak layanan dan sistem POS yang gratis!

Ketahui selengkapnya
  • Tambahkan foto

  • Update info bisnis

  • Membuat tautan penjualan sendiri

Apa hubungan Anda dengan bisnis ini?

Setiap perubahan pada halaman bisnis harus disahkan oleh YummyAdvisor.

Pilih platform pesan-antar

Gambar Makanan Soto Mencos H. Sarnadi

Lihat Semua

Lokasi Soto Mencos H. Sarnadi

Jl. Percetakan Negara No. 2D, Senen, Jakarta

  • Bawa Pulang

Soto Mencos H. Sarnadi berlokasikan di Jl. Percetakan Negara No. 2D, Senen, Jakarta. Rata-rata biaya yang diperlukan berkisaran Rp 35.000 / Orang, jam buka pada 10:00 - 22:00 dan merupakan Soto di area Senen. Restoran ini memang adalah destinasi wisata kuliner di area Senen. Di sini tersedia berbagai makanan enak and memang layak dikunjungi.

Lihat Semua

Apakah ini restoran Anda daftar?

Klaim bisnis Anda untuk update infonya dan dapatkan lebih banyak layanan.

Tambahkan foto

Update info bisnis

Update menu waktu nyata

Dapatkan lebih banyak eksposur

Membalas ulasan

Membuat tautan penjualan sendiri

Lacak analitik bisnis

Klaim bisnis ini

Review Soto Mencos H. Sarnadi

3.6

37 Ulasan

  • Traveler751436

    3.0

    At first, when I come in, I thought they didn't have this place on website. But I checked and yes, they have them, lol. Never thought stores like this has its own page on website, well done Zomans!A friend brought me here for lunch. He said that the Soto Betawi is famous and it's always crowded when lunch. When we arrived there, around 12 pm, it was already a bit crowded. You can see that almost everyone from different society levels eating inside the restaurant; from those who uses public transports to those who rides expensive cars, and most of them parked the sides of the street. That's why around the area, traffic jams are most likely to happen.If we're talking about the atmosphere, we'll it's typical hawker food place; it's packed, super hot, and of course lots of flies flying around. Just the perfect condition to have lunch. The dirtier the place, the more delicious the food becomes right?[Venue Score: 3/5]The Soto Betawi was quite good. You can choose the topping you want; the cow legs (kaki sapi), the beef itself, or a mix of both. As I don't like cow legs, I chose the beef instead. The taste of the Soto Betawi was more or less the same with most Soto Betawi, but the difference is that their basic taste is already a little bit hot and spicy. I think it's because of their seasoning, which they made it that way.The whole thing was really oily, and I mean super oily. I wouldn't recommend eating them if you're having sore throat. You can see by yourself in the picture.[Food Score: 4/5]For one bowl of Soto Betawi, with a plate of rice, I have to pay around IDR 30k. For a hawker shop, I think it's quite expensive. The price almost matches a cleaner, healthier, and maybe more delicious Soto Betawi that you could find in malls.[Price Score: 3/5]Bottom Line: if you're working around the area, and if you feel like eating something hot during lunch, you should try their Soto Betawi. Why did I only mention those who are 'working around the area'? Because I wouldn't want to go through the traffic and all that stuff only to eat a bowl of soup.

    menilai ulasan ini
  • Wiwikku

    4.0

    Rasanya gak berubah dari jaman dulu, tempatnya pun masih sama gak berubah, yang berubah harganya aja soto+nasi sekarang 35k mungkin bisa di update harga di menu situs web :')

    menilai ulasan ini
  • Valenia V

    4.0

    Bisa dibilang ini soto kaki legenda di Jakarta. Penggemar soto kaki pasti gak asing lagi denger kata "soto mencos". Inget banget dulu waktu masih kecil diajak bapak makan di sini. Meskipun juga menyediakan soto daging dan jeroan tapi menu andalannya tetep Kaki/Kikil Sapi. Tekstur kakinya empuk, dipadu kuah santan yg kental, dengan taburan kerupuk merah yg basah kecelup kuah. Pokoknya kudu lupakan dulu jadwal diet kalo ke sini, biar gak merasa bersalah kalo nambah :D

    menilai ulasan ini
  • Gusriyn

    3.0

    Soto kaki paling legend disekitar salemba. Gatau kenapa kalo kerumah sodara (kebetulan deket dari sini) pasti selalu deh mampir. Dari jaman saya masih tk mungkin udah buka soto ini jadi legend banget deh. Lokasi dan penataan gajauh beda dari dulu. Cuma untuk soal rasa udah beda,ga seotentik dulu. Tiap makan kesini selalu ngerasa ada yang kurang dari rasa bumbunya,seperti kurang garam,kuah terlalu encer,dsb. Tapi tetep aja selalu kesini ;-P Paling enak kalo makan disini sekitar jam10an karena masih belum terlalu ramai. Untuk harga masih terjangkau lah

    menilai ulasan ini
  • dewi a

    3.0

    Sejak jaman kuliah saya sering sekali melewati soto ini, berlokasi di pojokan jalan dekat dengan rel kereta di percetakan negara. Meskipun hanya berupa rumah makan kecil yang ditutupi spanduk besar bertuliskan 'soto mencos', namun jangan salah, warung ini tidak pernah sepi. Menyajikan hanya 1 menu, ya soto tok, dan dicari hanya karena menu tersebut. Pesanlah 1 mangkok dan tunggulah sebentar sambil menghirup aroma sedap semerbak yang membangkitkan selera, 1 mangkok soto lengkap dengan nasi tersaji tak lama sesudah pemesanan. Bisa terlihat soto ini merupakan soto betawi dengan kuah kuning kental bersantan, yang mau berdiet mungkin agak kurang cocok ya. Dalam satu sruputan anda akan merasakan betapa kaya rasa kaldu bercampur bumbu yang tersaji dalam mangkok sederhana ini. Isian berupa daging atau kaki sapi pun tidak pelit diberikan, berlimpah, berempah, dan sangat empuk. Tidak heran warung makan ini merebut kesetiaan hati pelanggannya. Yang kurang hanyalah tempat parkir yang tidak ada, jadi terpaksa parkir di pinggir jalan, dan itupun tidak bisa menampung banyak mobil.

    menilai ulasan ini
Lihat Semua

Masakan populer di dekat saya

Tempat Makan Populer